August 3, 2021

www.redstonedart.org

Just another WordPress site

Dewa Rolet Ini Bernama Gonzalo Garcia Pelayo

Kami tim Redstone akan membagikan kisah menarik terkait salah satu permainan kasino, yaitu Rolet. Kamu juga boleh mencari informasi terkait hal ini dan membuktikan kalau hal yang kita bagikan adalah nyata dan terjadi.

Seorang pria kelahiran Madrid di tahun 1947 bernama Gonzalo Garcia Pelayo merupakan seorang produser rekaman film, musik dan suka matematika. Dia sangat terkenal dan menguasai permainan kasino yang bernama rolet. Bagi yang belum paham, rolet sendiri merupakan permainan populer di kasino, dimana para pemain bisa melakukan bermacam taruhan dari menebak angka 0-36, menebak warna, tebak genap ganjil, tebak besar kecil dan juga taruhan lainnya yang melibatkan angka.

Cara bermain rolet juga tidak sulit, dimana piringan rolet akan diputar bandar dan sebuah bola diletakkan di atas piringan tersebut. Penentuan angka mana yang menang adalah angka dimana bola mendarat ketika piringan berhenti berputar.

Kembali ke Gonzalo Garcia Pelayo, pria ini dijuluki sebagai Dewa Rolet (God of Roulette). Dia selalu mencoba menemukan cara bagaimana bisa menaklukkan permainan yang berasal dari Prancis ini. Dia sendiri dikabarkan mendapatkan banyak keuntungan atau profit dari sistem bermain yang dikembangkan olehnya.

Pelayo selalu mencoba mengumpulkan data rolet yang dimainkan selama bertahun-tahun, dan dia bisa menemukan beberapa angka yang sering menang di permainan rolet (Wheel Bias) berdasarkan angka statistik. Suatu kali dia menemukan cela kalau sebuah kasino di Madrid sering sekali memenangkan angka tertentu.

Dewa Rolet ini Bernama Gonzalo Garcia Pelayo

Pada akhir tahun 1991, dia bermain di kasino bernama Gran Madrid Casino dan berhasil memenangkan uang sebesar 70 juta Pesetas (sekitar USD 700 ribu) saat itu. Kemudian di tahun 1992, dia pernah memenangkan 500 ribu Euro dalam 1 hari, kasino tersebut akhirnya melarang keluarga Pelayo untuk bermain di kasino tersebut. Tidak hanya Pelayo, namun istrinya dan kedua anaknya yang bernama Ivan dan Vanessa juga dilarang masuk ke kasino.

Tidak hilang akal, dia akhirnya melakukan touring ke seluruh negara yang memiliki kasino dan bermain rolet di sana. Dia pernah menerapkan teori rolet dia di negara AS (Las Vegas), Austria, Belanda, Australia dan beberapa negara lainnya. Total jumlah kemenangan yang dia dapatkan tidak pernah terungkap, namun diperkirakan ada sekitar 2,5 juta USD. Kemampuan bermain rolet dia akhirnya membuat lahirnya beberapa karya film misalnya film dokumenter berjudul “Breaking Vegas: The Roulette Assault” dan film fiksi “The Pelayos” yang skenarionya dituliskan oleh Gonzalo Garcia Pelayo sendiri.

Bagaimana teori Wheel Bias ala Gonzalo Garcia Pelayo?

Strategi Wheel Bias yang dilakukan Gonzalo perlu dilakukan secara telaten, dia merekam data angka yang dikeluarkan rolet di sebuah kertas dan menemukan mesin rolet yang cacat dengan bantuan keluarganya, yaitu anak-anaknya, Ivan dan Christina. Mesin rolet cacat tersebut bisa saja karena mesin mulai usang atau aus. Keausan dapat terjadi pada poros roda yang rusak, fret yang longgar (pembagi saku), kantong yang tidak rata, dan bola yang berubah bentuk.

Susah sekali menemukan mesin rolet yang rusak dengan mata telanjang, namun hal tersebut bisa ditemukan melalui pencatatan hasil angka dan melakukan analisa data. Tidak perlu secara akurat pada angka dimana bola mendarat, namun bola akan cenderung jatuh ke range angka sekitar angka tersebut. Sehingga bertaruh kolom (1-12, 13-24, dan 25-36) sangat disukai Pelayos, taruhan tersebut dikombinasikan dengan taruhan kecil ke salah satu angka yang memiliki potensi hadiah dalam jumlah tinggi (1:35).

Metode ini tidak menjamin kemenangan terus menerus namun secara probabilitas, peluang menang akan lebih tinggi di player daripada si bandar. Menurut Pelayos, kendala terbesar dalam permainan rolet adalah bankroll (saldo bertaruh) karena kekalahan beruntun akan membuat saldo bertaruh dia goyang, dan menurut Pelayos teori Wheel Bias ini tidak kebal dari kekalahan beruntun.