August 4, 2021

www.redstonedart.org

Just another WordPress site

Kisah Pantang Menyerah Yang Berakhir Anti Klimaks di Euro 2021

Para pecinta sepakbola di tanah air, pasti sebulan ini dimanjakan dengan turnamen besar EURO 2021 yang sudah memasuki babak 16 besar. Ada hal menarik selama babak 16 besar terjadi dimana tim-tim unggulan seperti Portugal, Belanda, dan Prancis sudah gugur.

Hal menarik lain adalah pantang menyerah hingga menit-menit terakhir, ada 2 laga di fase 16 besar yang menjadi cerita, yaitu laga Spanyol vs Kroasia dan Prancis vs Swiss dimana kedua laga berakhir dengan skor 3-3 hingga waktu normal berakhir.

Sayangnya kedua laga yang penuh adrenalin dan drama itu menghasilkan cerita berbeda buat tim yang berhasil menyeimbangkan kedudukan pada menit terakhir. Seperti apa gambaran kisah dan perjalanan dari kedua laga? Yuk simak ulasan singkat dari kami.

Spanyol vs Kroasia 3-3, ET 5-3

This image has an empty alt attribute; its file name is Spa.jpg

Spanyol tertinggal lebih dahulu di pertengahan babak pertama ketika Pedri yang memberikan back pass ke kiper tidak bisa diterima dengan baik di menit ke 20. Tim Spanyol berhasil membuat skor menjadi 1-1 melalui Pablo Sarabia sebelum babak pertama usai.

Di babak kedua, drama berlangsung seru dimana Spanyol sempat unggul 3-1 melalui gol Azpilicueta dan Ferran Torres hingga menit ke-85. Namun 5 menit terakhir, para jantung fans Spanyol harus berdegup kencang ketika Mislav Orsic dan Mario Pasalic berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Fans Kroasia yang di tribun pun bersorak kegirangan mengira keajaiban dan keberuntungan akan berada di Tim Kroasia.

Di babak ekstra, Spanyol berhasil membalikkan semangat dan menunjukkan mental juara melalui dua gol dari Alvaro Morata dan Mikel Oyarzabal dalam waktu 3 menit saja di menit 100 dan 103. Hasil tersebut membawa Spanyol lolos ke babak 8 besar dan anti klimaks buat Kroasia yang sempat menyalakan asa mereka untuk bertahan di turnamen ini pada waktu normal 90 menit.

Prancis vs Swiss 3-3, Adu Penalti 4-5

Laga yang tidak kalah seru terjadi pada laga Prancis vs Swiss dimana Prancis sebagai eks juara dunia pada 2008 tentu lebih diunggulkan. Namun Swiss justru unggul lebih dahulu melalui tandukan Haris Seferovic di menit ke-15, sehingga pada babak pertama, Prancis fokus menyamakan kedudukan dengan menyerang terus hingga turun minum namun tidak ada gol yang tercipta.

Di babak kedua, Prancis sempat hampir tertinggal 2 gol, setelah Swiss diberikan hadiah penalti pada menit ke 55. Namun sayang sepakan Ricardo Rodriguez bisa dibaca dengan baik oleh Hugo Lloris. Dua menit berselang, Benzema berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pada menit ke-59, Benzema berbalik membawa Prancis unggul 2-1, para fans Prancis pun merayakannya di tribun penonton.

Prancis hampir pasti lolos ke babak 8 besar, ketika Paul Pogba mencetak gol indah tendangan jarak jauh di menit ke-75. Para pemain Prancis pun selebrasi dengan penuh gaya karena gol indah tersebut. Namun siapa yang sangka menit ke-81, lagi-lagi tandukan Haris Seferovic membobol gawang Prancis. Klimaksnya pada menit ke-90, Mario Gavranovic berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Sehingga laga pun harus dilanjutkan di Extra time, namun tidak ada tambahan gol di babak ekstra dan laga pun dilanjutkan di babak adu penalti.

Semua penendang berhasil melakukan tugasnya dan tidak ada satu pun penendang yang gagal hingga penendang keempat. Kemudian ketika memasuki penendang kelima, eksekutor dari Swiss yaitu Admir Mehmedi berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik. Sementara siapa yang sangka, Kylian Mbappe selaku eksekutor kelima dari Prancis justru gagal sehingga Prancis harus tersingkir di babak 16 besar.

Kesimpulannya, apapun hasil akhir yang terjadi, pantang menyerah sangatlah diperlukan di sebuah pertandingan olahraga. Sikap pantang menyerah dan terus berjuang itu membuat laga menjadi seru dan banyak kisah yang bisa ditorehkan seperti kisah ini. Jadi mari semuanya pantang menyerah dan terus berjuang menghadapi tantangan hidup yang keras ini.